Ada pesan dan membacanya
Hati memerah dan malu yang dirasa
Kala itu ada yang menemani
Dewa cinta serasa berusaha
menancapkan panahnya
Riang, bibir terangkat ke kanan
dan ke kiri
Namun katanya diksi, sulit
dicerna
Membuat kata yang terenyuh
Entah apa artinya
Hipotesisnya suka
Namun tidak jadi
Kotak masuk itu hanya memori
Yang bisa disimpan atau dihapus
Aku masih ingat isinya
Ingin bertemu tatap muka
Namun tidak bisa
Ada yang memiliki
Ada yang disayang
Sakit tapi
Hanya bida diam
Melihat
Memperhatikan dengan sembunyi
deayul-Tasik 20 feb’14
